Dimanamimpiku

jika untuk meraih mimpi sendiri tidak bisa, maka ajaklah orang lain

Monthly Archives: May 2010

www.addme.com


<!– START OF ADDME LINK –>
<!– END OF ADDME LINK –>

<!– START OF ADDME LINK –><a href=”http://www.addme.com/submission/free-submission-start.php”>Search Engine Submission – AddMe</a> <!– END OF ADDME LINK –>

Awal dari segalanya (iseng-iseng)


Kisahku dimulai ketika aku masih didalam rahim ibuku yang tersayang (hmm, ayahku juga yang tersayang, Cuma dalam hal ini konteksnya berbeda.. masa aku menyebutnya “didalam rahim ayahku tersayang”. ga banget kan??? Mana mungkin seorang laki – laki melahirkan !!! yang ada juga seorang banci karatan yang alat kelaminya dipotong demi sebuah ambisi, yup.. ambisi meraih kewanitaan. Hahahaha,,,, buat para banci, peace ah !!!!)
Ehm.. ehm.
Udahan ahh, seriusan nih…
Sudah waktunya melanjutkan perjalananku yang heroik, penuh dengan debaran jiwa (belagu juga gw!!hohohoho).
8 bulan lamanya aku berada didalam rahim ibuku. Habis sudah kesabaranku berada diruang sempit ini. Aku mencoba untuk keluar, namun tak bisa, aku dihalangi oleh dinding tebal gelap yang berlapis – lapis.
Huh…
Betapa menderitanya aku saat itu…
Bayangkan, selama 8 bulan aku terus merintih dlam kegelapan. Dalam hati aku bertanya, “mengapa aku dikurung didalam ruang yang sempit ini?? Trus klo aku kebelet pipis gimana? Trus, trus yang megangin syapa?? Terpaksa deh, aku kencing didalam rahim ibuku.. hahay…

Di hari kamis tepatnya jam 11 malam, 28 februari 1991 akhirnya ibuku melahirkan aku, seorang anak yang bercahaya, seorang anak penggugah dunia, anak yang langka (bahkan seorang tukulpun kalah ganteng, walupun Cuma beda tipis.hahay).
Yah,,
Itulah bagian dari hidup kawan, kadang tanpa kita sadari keberadaan kita sangatlah penting, namun disatu sisi keberadaan kita diperlukan didunia (woi!! Sok tau lu).
Aku berharap bisa menjadi keberadaan yang penting, paling tidak, aku dibutuhkan orang lain. Itulah impian pertamaku “menjadi keberadaan yang dibutuhkan”.

percakapan dengan aris


percakapan ayat dan si kusut aris dalam perjalanan pulang dari batu lonceng menuju dipati ukur

hujan begiu lebat, dengan menggunakan motor gw , si kusut yang mngendarai motor gw melaju dengan kencang.

dengan sombongnya dia bernyanyi keras seolah berada di wc pribadinya

K : “nananananaana”

A : “berisik lu sut! pengen muntah gw!”

K : “bodo amat!”

A : “#$$%#**&^*”

20 menit kemudian

A : “sut jangan ngebut-ngebut nanti jatuh lu”

K : “nyantai gw udah ahli, gini calon pembalap dari zimbabwe”

A : “hahaha”

K : ” eh, yat nanti buka bengkel yoo di jakarta”

A : “ngapain jauh di jakarta?? dicirebon juga bisa!”

K :”kaga gaul lu! disana  banyak geng motor, tiap minggu mereka ke bengkel!”

A : “ngapain mereka ke bengkel?”

K : “ya betulin motorlah!”

A : “ko sampai tiap minggu gitu?”

K : ” iyalah, orang mereka maen motor2 an mulu, biasanya uda rusak 3 atau 4 hari”

A : “ohhh”

A : ” pantesan muka lu gitu”

K : “#%$^@$&&””

ganti percakapan

kondisi dijalan macet

A : “sut jalannya nyalip ke tengah aja biar cepet”

K : “kaga ah, takut gw! mending lewat pinggir”

K : ” ada kejadian yang lucu yat”

A : “apa??”

K : ” pas gw lagi maen motor2an sama temen gw, eh tiba2 temen gw ilang”

A : “lha kemana dia?”

K : “masuk ke lubang galian! hahahaha”

A : “wakkaka.. kusut lu!”

tiba-tiba si kusut jatuh,

X ; ” mas jatuh knp? karena saya ya?”

K : ” kaga pa, ini salah saya sendiri, kepleset batu”

A ; ” ati2 sut! elu si banyak omong!”

K ; ………………………

*

malu bertanya sesat dijalan

banyak bertanyamalah ke  jatuh dijalan

=p

#setengah fiksi#

Cara Menjebak Pencuri


Pada zaman dahulu orang berpikir dengan cara yang amat sederhana. Dan karena kesederhanaan berpikir ini seorang pencuri yang telah berhasil menggondol seratus keping lebih uang emas milik seorang saudagar kaya tidak sudi menyerah. Hakim telah berusaha keras dengan berbagai cara tetapi tidak berhasil menemukan pencurinya. Karena merasa putus asa pemilik harta itu mengumumkan kepada siapa saja yang telah mencuri harta miliknya merelakan separo dari jumlah uang emas itu menjadi milik sang pencuri bila sang pencuri bersedia mangembalikan.

Tetapi pencuri itu malah tidak berani menampakkan bayangannya. Kini kasus itu semakin ruwet tanpa penyelesaian yang jelas. Maksud baik saudagar kaya itu tidak mendapat-tanggapan yang sepantasnya dari sang pencuri. Maka tidak bisa disalahkan bila saudagar itu mengadakan sayembara yang berisi barang siapa berhasil menemukan pencuri uang emasnya, ia berhak sepenuhnya memiliki harta yang dicuri. Tidak sedikit orang yang mencoba tetapi semuanya kandas.

Sehingga pencuri itu bertambah merasa aman tentram karena ia yakin jati dirinya tak akan terjangkau. Yang lebih menjengkelkan adalah ia juga berpura-pura mengikuti sayembara. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa menghadapi orang seperti ini bagaikan menghadapi jin. Mereka tahu kita sedangkan kita tidak. Seorang penduduk berkata kepada hakim setempat.

“Mengapa tuan hakim tidak minta bantuan Abu Nawas saja?”
“Bukankah Abu Nawas sedang tidak ada di tempat?” kata hakim itu balik bertanya.
“Kemana dia?” tanya orang itu.
“Ke Damakus.” jawab hakim
“Untuk keperluan apa?” orang itu ingin tahu.
“Memenuhi undangan pangeran negeri itu.” kata hakim.
“Kapan ia datang?” tanya orang itu lagi.
“Mungkin dua hari lagi.” jawab hakim. Kini harapan tertumpu sepenuhnya di atas pundak Abu Nawas. Pencuri yang selama ini merasa aman sekarang menjadi resah dan tertekan. Ia merencanakan meninggalkan kampung halaman dengan membawa serta uang emas yang berhasil dicuri. Tetapi ia membatalkan niat karena dengan menyingkir ke luar daerah berarti sama halnya dengan membuka topeng dirinya sendiri. Ia lalu bertekad tetap tinggal apapun yang akan terjadi.

Abu Nawas telah kembali ke Baghdad karena tugasnya telah selesai. Abu Nawas menerima tawaran mengikuti sayembara menemukan pencuri uang emas. Hati pencuri uang emas itu tambah berdebar tak karuan mendengar Abu Nawas menyiapkan siasat. Keesokan harinya semua penduduk dusun diharuskan berkumpul di depan gedung pengadilan. Abu Nawas hadir dengan membawa tongkat dalam jumlah besar. Tongkat-tongkat itu mempunyai ukuran yang sama panjang.

Tanpa berkata-kata Abu Nawas membagi-bagikan tongkat-tongkat yang dibawanya dari rumah. Setelah masing-masing mendapat satu tongkat, Abu Nawas berpidato, “Tongkat-tongkat itu telah aku mantrai. Besok pagi kalian harus menyerahkan kembaii tongkat yang telah aku bagikan. Jangan khawatir, tongkat yang dipegang oleh pencuri selama ini menyembunyikan diri akan bertambah panjang satu jari telunjuk. Sekarang pulanglah kalian.”

Orang-orang yang merasa tidak mencuri tentu tidak mempunyai pikiran apa-apa. Tetapi sebaliknya, si pencuri uang emas itu merasa ketakutan. Ia tidak bisa memejamkan mata walaupun malam semakin larut. Ia terus berpikir keras. Kemudian ia memutuskan memotong tongkatnya sepanjang satu jari telunjuk dengan begitu tongkatnya akan tetap kelihatan seperti ukuran semula. Pagi hari orang mulai berkumpul di depan gedung pengadilan. Pencuri itu merasa tenang karena ia yakin tongkatnya tidak akan bisa diketahui karena ia telah memotongnya sepanjang satu jari telunjuk. Bukankah tongkat si pencuri akan bertambah panjang satu jari telunjuk? Ia memuji kecerdikan diri sendiri karena ia ternyata akan bisa mengelabui Abu Nawas.

Antrian panjang mulai terbentuk. Abu Nawas memeriksa tongkat-tongkat yang dibagikan kemarin. Pada giliran si pencuri tiba Abu Nawas segera mengetahui karena tongkat yang dibawanya bertambah pendek satu jari telunjuk. Abu Nawas tahu pencuri itu pasti melakukan pemotongan pada tongkatnya karena ia takut tongkatnya bertambah panjang.

Pencuri itu diadili dan dihukum sesuai dengan kesalahannya. Seratus keping lebih uang emas kini berpindah ke tangan Abu Nawas. Tetapi Abu Nawas tetap bijaksana, sebagian dari hadiah itu diserahkan kembali kepada keluarga si pencuri, sebagian lagi untuk orang-orang miskin dan sisanya untuk keluarga Abu Nawas sendiri.

ketawa.com/humor-lucu/det/4649/cara_menjebak_pencuri.html

Mengawal Kotoran Raja


Alkisah, Abunawas bertugas menjadi pengawal raja, kemanapun Raja pergi Abunawas selalu ada didekatnya .

Raja membuat Undang Undang kebersihan lingkungan, yang pada salah satu fasalnya berbunyi, Dilarang berak di sungai kecuali Raja atau seijin Raja, pelanggaran atas fasal ini adalah hukuman mati.
Suatu hari Raja mengajak Abunawas berburu ke hutan, ndilalah Raja kebelet berak, karena di hutan maka Raja berak di sungai yang airnya mengalir ke arah utara.

Raja berak di suatu tempat, eee Abunawas ikut berak juga di sebelah selatan dari Raja, begitu Raja melihat ada kotoran lain selain kotoran nya, raja marah, dan diketahui yang berak adalah Abunawas .

Abunawas dibawa ke pengadilan, Abunawas divonis hukuman mati, sebelum hukuman dilaksanakan, Abunawas diberi kesempatan membela diri, kata Abunawas

“Raja yang mulia, aku rela dihukum mati, tapi aku akan sampaikan alasanku kenapa aku ikut berak bersama raja saat itu, itu adalah bukti kesetiaanku pada paduka raja, karena sampai kotoran Rajapun harus aku kawal dengan kootoranku, itulah pembelaanku dan alasanku Raja. Hukumlah aku.”

Abunawas yang divonis mati, diampuni dan malah diberi hadiah rumah dan perahu kecil untuk tempat kotoran nya mengawal kotoran raja.

http://ketawa.com/humor-lucu/det/4627/mengawal_kotoran_raja.html

Anak Buta !!


Diriwayatkan bahwa pada suatu hari salah seorang nabi lewat didekat sebuah sungai. Lali ia menyaksikan beberapa orang anak sedang bermain. Diantara mereka ada seorang anak buta yang sering mendapat gangguan dari kawan-kawan sebayanya. Adakalanya mereka membenamkan kepala anak buta itu kedalam air, dan ada kalanya pula mereka memukulinya.

Menyaksikan peristiwa itu, sang nabi tersentuh hatinya dan jauh iba kepada ana buta itu. Kemudian ia berdoa kepada Allah, “wahai Tuhanku, aku memohon kepada-MU agar Engkau mengaruniakan penglihatan pada mata anak itu sehingga tidak sampai tersiksa seburuk itu.

Allah mengabulkan doa nabi itu dan si anak itu pun kembali dapat melihat kembali. Akan tetapi, tiba-tiba saja si anak itu melompat ke arah seorang anak yang lain dan membenamkan kepalanya kedalam air sampai anak itu mati. Demikianlah beberapa anak mati di tangannya dengan cara yang sama.

Ketika sang nabi menyaksikan peristiwa itu, ia kembali memohon engan sungguh-sungguh kepada Allah dan bermunajat kepada-Nya, “wahai Tuhanku, Engkau lebih mengetahui daripada aku tentang hamba-hamba-Mu, dan Engkau Maha mengetahui secara mutlak. Sesungguhnya, dalam segala sesuatu yang Engkau lakukan, terdapat hikmah, keadilan, berbagai sebab dan alasan. Sungguh, aku bertobat kepada-Mu agar Engkau mengembalikan anak itu dalam keadaan semula.”

Maka, Allah SWT mengabulkan doa Nabi-Nya itu dan mengembalikan anak itu pada keadaannya semula, yakni buta.

(sumber : itsnan wa Tsamanun su’al, hlm.49)

mendadak besar


B : “yat, ko lu tiba2 membesar badannya?? makan apa aja lu?”

A :”makan nasi gw! kaya orang normal aja”

B :”boong! pasti lu makan 4 kali sehari, atau ngambil nasinya segede gaban!”

A :”serius! gw cuma makan 2 kali sehari ! gapercayaan banget si!”

B :”gw susah buat percayanya! habis,lu tiba2 membesar gitu!ahahahaa”

A :”terserah lu dah mau percaya atau ga!”

B :”yah, sewot.. apa dong tips trik nya?? gw juga mau gemuk ni”

A :”kaga ada tips atau trik tuh, cm gw habis makan langsung cari cemilan”

B :”cemilan kaya gimana?”

A :”martabak telor, colenak, kentang arab, es krim, miegoreng,”

A :”kadang klo pagi sebelum makan, gw beli bubur dulu”

B : “*&*&^%$##@”

**

orang indonesia belum kenyang sebelum makan nasi

sekedar iseng, bukan kisah nyata!!! hahahah


Perkenalkan, nama gw Ayatulloh Michael Musyaffi biasa dipanggil afi, ayat, musapret, mimic, atau panggilan gw di amrik dulu “mike”. Walaupun nama gw sekeren itu, gw bukan anak bule yang numpang lahir di negri orang (gw benci gaya bicara bule jawa yang diplesetin ke inggris2an. Secara, mulutnya dimonyong – monyongin gitu. Berasa mau muntah!!! Woek!! Hahaha… buat yang punya bibir monyong, piss ahh). Buat anak yang ngaku gaul, funky, and girly (loh??). gw pertegasin lagi, gw “musapret” anak jawa asli !!! ga ada satu orangpun diplanet ini yang ga kenal musapret. Inget ye, begitu lu dengar nama musapret, lu lu pade kudu berdiri, berjingkrik2, dan ucapkan “balobababalolo” (apa sih itu?? Ntar gw jelasin).
Ok, ok, sekarang sudah waktunya gw bercerita kembali tentang kisah kepahlawanan gw yang berjuang dalam meraih mimpi. Kekekekeke….
Aku sekarang berumur 2 tahun, umur yang produktif untuk masa BALITA (loh ko gitu?? Heh!! kata encing gw umur 2 tahun itu ibarat anak kodok yang suka lompat – lompat ga jelas!!! Manusia juga sama, umur 2 tahun itu waktunya nglakuin hal – hal yang ekstrim tau!!! Hmm, gw akan sedikit bercerita tentang petualangan gw yang sangat ekstrim di umur 2 tahun keemasan gw. Sssttt.. gw harap semuanya ga usah berisik apalagi banyak nanya. Gw pusing tau, apalagi klo udah menyangkut masalah pribadi ( contoh : salah seorang temen gw bertanya, sebut aja dia butek “pret, btw ukuran celana dalem lu berapa? Gw mau ngbeliin si money (“monyet peliharaan temen gw”) celana dalem. Setelah gw analisis (wuih, bahasa monyetnya keluar) menurut gw, ukuran pantat lu  ma si money sama deh. Soalnya warna pantat lu mirip ma si money (belang). Hahahaha…”. liat !! kurang ajar kan dia!! Ini sih bukan nanya namanya,  bener – bener murni ngledek!! Awas aja lu, gw laporin KOMNASPERTARANG (komisi perlindungan pantat orang)). That’s way I don’t like people – people making question (sorry klo inggris gw medok, secara jawa tulen gitu. Hohoho). Yup, kembali ke pokok ceritanya….
Di pagi yang cerah itu, seperti biasanya, layaknya anak BALITA yang mencoba menikmati umur emas, aku mencoba mengeluarkan segenap airmataku (sebenarnya ga susah buat ngluarin airmata, gw sengaja di lebay – lebayin supaya berasa besar perjuanganya. Kekkeekekee) untuk menarik perhatian ibuku yang sedang menyiapkan makanan untuk ayah tercinta. Seperempat detik kemudian, ibuku menghampiriku dan menggondongku dengan penuh rasa sayangnya sampai tangisanku (sebenarnya Cuma pura – pura nangis si) reda. Aku mencoba untuk berbuat iseng kepada ibuku (kebetulan gw lagi mules, ingin secepatnya buang hajat). Yup, aku mengencingi dan membuang “ee”ku ke pangkuan ibuku. Namun, setelah aku berhasil mengeluarkan hasratku (hushh!! Jangan dipikir macem2, hasrat di sini menunjukan “ee”ku. Pernah belajar B. Indonesia ga si?? Parah!!!), aku menyadari bahwa “ee”ku menyangkut kedalam suatu benda empuk, yah klo diibaratkan seperti roti yang didalamnya diisi daging tikus yang masih segar. Dan ternyata, benda empuk itu adalah pempres. Parahnya lagi, ibuku tidak menyadari bahwa aku telah berhasil membuang hasratku. Mungkin karena ibuku sibuk mempersiapkan makan malam buat ayah. Lalu, aku pun dibawanya ke kamar, dan ditaruh ke kasur yang empuk, kasur faforitku, tempat dimana aku berbagi air liur dengan sprei kasur tersebut (hahahahha). Pada saat ibuku meninggalkanku, aku baru tersadar bahwa “ee”ku masih menumpuk kedalam pempres. Parahnya lagi, aku semakin berhasrat untuk membuang “ee”ku. Dan puncaknya, keluarlah jus jeruk versi kotoran manusia.
Aku sedikit kecewa, karena tujuan awalku belum tersampaikan. (Yup, tujuan menjahili ibuku. Hahahaha). Aku yang saat itu masih bego, membayangkan bahwa sesuatu yang kekuning – kuningan itu adalah makanan. Kucoba untuk menggapainya, terus,, terus,, dan terus menggapainya. Dengan segenap tenaga, aku berhasil menyentuhnya!! Bayangkan!! Betapa luar biasanya aku!! Sebuah kemenangan yang cukup besar bagi anak seusiaku yang bahkan manusia planet lainpun belum tentu bisa (sok tau! Padahal Cuma bego aja). Perlahan, aku mengolahnya, dan membentuknya menjadi sebuah gunung. Waw, fantaastis,,, namun, aku tak cukup puas dengan ide kreativku itu, yah.. namanya juga anak kecil, ingin mencoba melakukan hal – hal yang baru, dan saat itu adalah puncak rasa penasaranku.  Dengan penuh tanda seru aku mengambil “ee”ku dan mengusapnya ke seluruh mukaku. Betapa nikmatnya (anget si soalnya. Hahaha),  terakhir, aku memakanya! Wow, hebatkan?? Mana ada coba anak sejenius gw!! Oh iya, apa kalian tau kawan bagaimana rasanya??? Super GA ENAK !! sumpah! Baru kali ini aku memakan kotoran kusendiri ( gw cukup bangga gitu!!), beberapa menit kemudian aku pingsan, dan dirawat dirumah sakit selama seminggu!!! Itulah pertama kalinya aku sakit dan dirawat dirumah sakit (susternya lumayan cantik loh!?! Ak cukup terpesona! Hahay…)
Pelajaran no. 1 : jangan sok tau klo belum tau, apalagi ga punya malu!!!
Dan pelajaran mimpiku yang gagal :
Jangan coba membayangkan sesuatu yang berlebihan (klo dah cukup umur, boleh lah… ahhahahaha)

Perkenalkan, nama gw Ayatulloh Michael Musyaffi biasa dipanggil afi, ayat, musapret, mimic, atau panggilan gw di amrik dulu “mike”. Walaupun nama gw sekeren itu, gw bukan anak bule yang numpang lahir di negri orang (gw benci gaya bicara bule jawa yang diplesetin ke inggris2an. Secara, mulutnya dimonyong – monyongin gitu. Berasa mau muntah!!! Woek!! Hahaha… buat yang punya bibir monyong, piss ahh). Buat anak yang ngaku gaul, funky, and girly (loh??). gw pertegasin lagi, gw “musapret” anak jawa asli !!! ga ada satu orangpun diplanet ini yang ga kenal musapret. Inget ye, begitu lu dengar nama musapret, lu lu pade kudu berdiri, berjingkrik2, dan ucapkan “balobababalolo” (apa sih itu?? Ntar gw jelasin).Ok, ok, sekarang sudah waktunya gw bercerita kembali tentang kisah kepahlawanan gw yang berjuang dalam meraih mimpi. Kekekekeke….

Aku sekarang berumur 2 tahun, umur yang produktif untuk masa BALITA (loh ko gitu?? Heh!! kata encing gw umur 2 tahun itu ibarat anak kodok yang suka lompat – lompat ga jelas!!! Manusia juga sama, umur 2 tahun itu waktunya nglakuin hal – hal yang ekstrim tau!!! Hmm, gw akan sedikit bercerita tentang petualangan gw yang sangat ekstrim di umur 2 tahun keemasan gw. Sssttt.. gw harap semuanya ga usah berisik apalagi banyak nanya. Gw pusing tau, apalagi klo udah menyangkut masalah pribadi ( contoh : salah seorang temen gw bertanya, sebut aja dia butek “pret, btw ukuran celana dalem lu berapa? Gw mau ngbeliin si money (“monyet peliharaan temen gw”) celana dalem. Setelah gw analisis (wuih, bahasa monyetnya keluar) menurut gw, ukuran pantat lu  ma si money sama deh. Soalnya warna pantat lu mirip ma si money (belang). Hahahaha…”. liat !! kurang ajar kan dia!! Ini sih bukan nanya namanya,  bener – bener murni ngledek!! Awas aja lu, gw laporin KOMNASPERTARANG (komisi perlindungan pantat orang)). That’s way I don’t like people – people making question (sorry klo inggris gw medok, secara jawa tulen gitu. Hohoho). Yup, kembali ke pokok ceritanya….Di pagi yang cerah itu, seperti biasanya, layaknya anak BALITA yang mencoba menikmati umur emas, aku mencoba mengeluarkan segenap airmataku (sebenarnya ga susah buat ngluarin airmata, gw sengaja di lebay – lebayin supaya berasa besar perjuanganya. Kekkeekekee) untuk menarik perhatian ibuku yang sedang menyiapkan makanan untuk ayah tercinta. Seperempat detik kemudian, ibuku menghampiriku dan menggondongku dengan penuh rasa sayangnya sampai tangisanku (sebenarnya Cuma pura – pura nangis si) reda. Aku mencoba untuk berbuat iseng kepada ibuku (kebetulan gw lagi mules, ingin secepatnya buang hajat). Yup, aku mengencingi dan membuang “ee”ku ke pangkuan ibuku. Namun, setelah aku berhasil mengeluarkan hasratku (hushh!! Jangan dipikir macem2, hasrat di sini menunjukan “ee”ku. Pernah belajar B. Indonesia ga si?? Parah!!!), aku menyadari bahwa “ee”ku menyangkut kedalam suatu benda empuk, yah klo diibaratkan seperti roti yang didalamnya diisi daging tikus yang masih segar. Dan ternyata, benda empuk itu adalah pempres. Parahnya lagi, ibuku tidak menyadari bahwa aku telah berhasil membuang hasratku. Mungkin karena ibuku sibuk mempersiapkan makan malam buat ayah. Lalu, aku pun dibawanya ke kamar, dan ditaruh ke kasur yang empuk, kasur faforitku, tempat dimana aku berbagi air liur dengan sprei kasur tersebut (hahahahha). Pada saat ibuku meninggalkanku, aku baru tersadar bahwa “ee”ku masih menumpuk kedalam pempres. Parahnya lagi, aku semakin berhasrat untuk membuang “ee”ku. Dan puncaknya, keluarlah jus jeruk versi kotoran manusia. Aku sedikit kecewa, karena tujuan awalku belum tersampaikan. (Yup, tujuan menjahili ibuku. Hahahaha). Aku yang saat itu masih bego, membayangkan bahwa sesuatu yang kekuning – kuningan itu adalah makanan. Kucoba untuk menggapainya, terus,, terus,, dan terus menggapainya. Dengan segenap tenaga, aku berhasil menyentuhnya!! Bayangkan!! Betapa luar biasanya aku!! Sebuah kemenangan yang cukup besar bagi anak seusiaku yang bahkan manusia planet lainpun belum tentu bisa (sok tau! Padahal Cuma bego aja). Perlahan, aku mengolahnya, dan membentuknya menjadi sebuah gunung. Waw, fantaastis,,, namun, aku tak cukup puas dengan ide kreativku itu, yah.. namanya juga anak kecil, ingin mencoba melakukan hal – hal yang baru, dan saat itu adalah puncak rasa penasaranku.  Dengan penuh tanda seru aku mengambil “ee”ku dan mengusapnya ke seluruh mukaku. Betapa nikmatnya (anget si soalnya. Hahaha),  terakhir, aku memakanya! Wow, hebatkan?? Mana ada coba anak sejenius gw!! Oh iya, apa kalian tau kawan bagaimana rasanya??? Super GA ENAK !! sumpah! Baru kali ini aku memakan kotoran kusendiri ( gw cukup bangga gitu!!), beberapa menit kemudian aku pingsan, dan dirawat dirumah sakit selama seminggu!!! Itulah pertama kalinya aku sakit dan dirawat dirumah sakit (susternya lumayan cantik loh!?! Ak cukup terpesona! Hahay…)

Pelajaran no. 1 : jangan sok tau klo belum tau, apalagi ga punya malu!!!

Dan pelajaran mimpiku yang gagal :Jangan coba membayangkan sesuatu yang berlebihan (klo dah cukup umur, boleh lah… ahhahahaha)

makan dengan bijak


Beberapa teman saya senang menikmati makan malam direstoran. Pada malam-malam tertentu mereka pergi ke restoran yang sangat mahal, dimana mereka siap mengeluarkan banyak uang untuk menikmati makanan mewah . akan tetapi, mereka akhirnya menyia-nyiakan pengalaman itu dengan mengabaikan cita rasa makanannya dan lebih berkonsentrasi pada percakapan dengan rekan mereka.

Siapa yang akan mengobrol selama berlangsungnya konser persembahan sebuah orkesta hebat? Mengobrol akan mengalami anda menikmati musik yang indah, dan memungkinkan anda untuk ditendang diluar. Bahkan ketika sedang menonton film yang bagus pun, kita tidak suka diusik. Jadi, mengapa orang-orang malah ngobrol ketika mereka makan malam?

Jika restorannya biasa-biasa aja, bisa jadi ide yang bagus untuk memulai percakapan guna mengalihkan pikiran kita dari makanan yang hambar. Namun bila makanannya benar-benar sedap, dan sangat mahal, maka katakanlah kepada rekan anda untuk diam supaya anda memperoleh seluruh manfaaat dari harga yang anda bayarkan; itu adalah cara makan yang bijak.

Bahkan ketika makan dalam diam pun, kita sering gagal mengecap momennya. Malahan, sementara kita mengunyah sepotong makanan, perhatian kita teralihkan ketika kita melihat piring kita untuk memilih makanan berikut dengan garpu kita. Kadang bahkan ada dua atau tiga garpu penuh-sepotong ada didalam mulut, sepotong menunggu giliran, dan yang lainnya sudah menunggu ditumpukan diatas piring, sementara pikiran membayangkan sepotong makanan sesudah itu semua.

Dalam rangka merangsang citarasa terhadap makanan anda, dan untuk mengetahui hidup sepenuh-penuhnya, seyogianya kita sering-sering mengecap satu momen dalam satu waktu dalam keheningan. Dengan demikian barulah kita bisa memperoleh maanfaat penuh dari uang yang telah kita bayarkan pada sebuah restoran bintang lima bernama kehidupan.

“si cacing dan kotoran kesayangannya”, Ajahn brahm

pesan ayah…


Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Sebelum ayah mereka meninggal, ia berpesan 2 hal :

  1. Jangan menagih utang kepada orang yang berutang kepadamu
  2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukamu terkena sinar matahari

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal, anak sulung yang bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.

Anak yang masih bungsu menjawab “ini karena saya mengikuti [esan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih utang kepada orang yang berutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.  Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ketoko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.

Kepada anak sulung yang bertambah kaya, ibunya pun menanyakan hal yang sama.

anak sulung sulung menjawab “ini semua karena saya menaati pesan ayah”.

“karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berutang kepada saya, saya tidak memberikan pinjaman kepada orang lain sehingga modal tidak susut. Ayah juga berpesan agar jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Dengan demikian , saya berangkat ketoko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Dengan kebiasaan seperti itu, orang akhirnya tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimana dengan anda??

Kisah diatas menunjukan bagaimana sebuah kalimat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positive attitude, segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan menuju kesuksesan tetapi kita kadang terhanyut dalam kesulitan karena rutinitas kita.

berusahalah melakuakan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa…”

–         jehns lehman, No. 1 Goalkeeper 2007 (FIFA 2007) and the best motivator in arsenal (arsene wenger, mei, 2007)

“Super great memory”, Irwan widiatmoko