Dimanamimpiku

jika untuk meraih mimpi sendiri tidak bisa, maka ajaklah orang lain

the power of giving



Beberapa waktu lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data, per Maret 2010, jumlah penduduk yang dikategorikan tidak beruntung dan masih bergulat dengan kemiskinan di negeri ini tercatat 31,02 juta jiwa. Meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, angka ini masih dirasa besar mengingat kekayaan sumber daya alam kita yang melimpah.

Selain itu, angka kemiskinan itu dihitung dengan memakai kriteria garis kemiskinan BPS, yaitu Rp 200.269,per kapita per bulan (GK BPS 2009). Angka ini akan berlipat meningkat jika kriteria itu diubah dengan memakai kriteria garis kemiskinan Bank Dunia yaitu 2 dolar AS per hari.

(Republika)

Lalu apa yang dilakukan mahasiswa yang notabennya sebagai pejuang masyarakat ? mahasiswa seolah-olah tidak peduli terhadap kemiskinan yang melanda negeri kita. Kebanyakan dari kita hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa mencapai kesuksesan pribadi. memang tidak salah ketika orientasi mahasiswa adalah mencapai kesuksesan. Namun, harus perlu dikaji ulang mengenai apa itu makna sukses. Sebagian besar mahasiswa mendefinisikan sukses adalah sebuah prestasi, uang, kedudukan dll. Dan sekali lagi, hal tersebut bukanlah hal yang salah. Namun perlu diketahui pula bahwa prestasi, uang, dan kedudukan hanya salah satu bagian dari kesuksesan. Lalu pertanyaanya sukses itu

sebenarnya apa?? Sukses adalah usaha untuk mencapai kebahagian. Baik itu kebahagiaan secara raga, maupun batin. Dan yang lebih penting dari makna kesuksesa adalah kebahagiaan orang lain. Apakah dengan mempunyai uang bisa dipastikan kita akan bahagia? Ternyata tidak. Banyak orang yang mempunyai kelebihan uang namun jiwa mereka tidak bahagia, namun di satu sisi banyak yang kekurangan, namun jiwa mereka bahagia. Maka memberi adalah solusinya. Tentu dengan jiwa yang ikhlas.

Berikut adalah beberapa keuntungan tentang memberi ;

–          Mendapatkan respek dari orang yang diberi

Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika diberi, seseorang akan mempunyai rasa respek terhadap orang yang memberi. Entah itu direpresentasikan terhadap kebahagiannya ataupun membalas jasanya.

“ketika satu kebaikan tumbuh maka kebaikan-kebaikan lainnya akan bermunculan.”

–          Memberi = bahagia

Ketika mencari kebahagiaan, mungkin kita akan mendapatkan kebahagiaan. Namun, ketika memberi maka kebahagiaan itu tidak hanya didapatkan oleh diri kita sendiri, orang lain pun akan terkena kebahagiaan

So, apakah masih beorientasikan hanya kepada kesuksesan dalam mencapai kedudukan, tahta, dan harta??

Temen-temen lah yang memutuskan

“kita adalah apa yang kita pikirkan”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: